Melihat Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) 2007 di Kabupaten

Tanggal : 26 Mei 2007
Sumber : http://indopos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=162632&c=106
Oleh : AKHMADI YASID, Pamekasan

BERDASARKAN data di pemkab, wilayah pesisir Kabupaten Pamekasan mencapai 48.550 km. Wilayah pesisir tersebut membentang di daerah pantai utara dan pantai selatan. Dari data tersebut, terlihat betapa besarnya potensi masyarakat pesisir.

Mengutip data dinas perikanan dan kelautan, pada tahun 2006, volume produksi usaha penangkapan ikan di wilayah pesisir tersebut mencapai 17.652,69 ton. Jumlah tersebut merupakan pendapatan dari sekitar 11.394 nelayan yang tersebar di pantai utara dan pantai selatan.

Sayangnya, jumlah nelayan yang demikian banyak tersebut masih berada di bawah garis kemiskinan. Menurut data BPS (Biro Pusat Statistik) tahun 2002 yang diolah data oleh Smeru, menyebutkan bahwa masyarakat pesisir, termasuk di dalamnya para nelayan, memiliki nilai poverty headcome index (PHI) sekitar 0,3214 atau 32,14 persen di bawah garis kemiskinan.

"Kemiskinan masyarakat pesisir berakar pada antara lain keterbatasan akses permodalan dan kultur yang tidak kondusif," ujar Ir Nurul Widiastuti, kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pamekasan kepada koran ini, kemarin siang.

Atas dasar itulah, pemkab berupaya melakukan pemberdayan. Salah satunya dengan meluncurkan PEMP. Tujuannya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pengembangan kultur kewirausahaan, penguatan kelembagaan, penggalangan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan, serta diversifikasi usaha yang berkelanjutan dan berbasis sumber daya lokal.

Menurut Nurul, sasaran PEMP adalah koperasi perikanan sebagai sasaran dan sasaran akhirnya adalah masyarakat pesisir. Khususnya, mereka yang terlibat langsung atau tidak langsung menurut skala prioritas dengan usaha skala makro dan kecil. Adapun orientasinya pada sektor usaha kelautan dan perikanan seperti penangkapan ikan, budidaya, perniagaan hasil perikanan, pengolahan ikan, usaha jasa perikanan, dan lain-lain.

Di Kabupaten Pamekasan, program PEMP difokuskan di Desa Sotabar, Kecamatan Pasean. Dasar pemikirannya, selain memiliki potensi sumber daya perikanan yang mendukung, juga masih perlu adanya pemberdayaan dan optimalisasi pengembangan usaha ekonomi masyarakat pesisir. Termasuk, perlunya peningkatan lebih lanjut usaha kelompok nelayan di daerah pantai utara yang telah dibina selama ini.

"Program PEMP mencakup kegiatan diversifikasi usaha oleh koperasi melalui pembentukan unit-unit usaha. Seperti LKM (lembaga keuangan mikro), SPDN (solar packed dealer untuk nelayan), kedai pesisir dan bantuan sarana usaha perikanan lainnya," ungkap Nurul.

Khusus LKM, program PEMP di Desa Sotabar telah dibangun unit simpan pinjam (USP). Yaitu, berupa unit usaha koperasi yang bergerak di bidang pelayanan permodalan bagi masyarakat pesisir. Utamanya, untuk segmen usaha makro dan kecil.

"Dalam operasionalnya, PEMP ini bekerjasama dengan BRI Pamekasan dan Koperasi Swamitra Mina Hikmah Fajar di Desa Sotabar," jelasnya.

Dalam menjalankan fungsinya, koperasi menerima dana ekonomi produktif (DEP) sebesar Rp 559.145.000 sebagai hibah yang dijaminkan kepada perbankan untuk mendapatkan pinjaman. Dari pinjaman tersebut, selanjutnya disalurkan lagi kepada masyarakat pesisir melalui LKM milik koperasi.

"Pembinaan dan pengembangan PEMP dilakukan dari dinas dan bekerjasama dengan Universitas Trunojoyo Bangkalan sebagai konsultan manajemen PEMP dan dengan Muslimat NU Kabupaten Pamekasan dalam rangka pemberdayaan perempuan pesisir," pungkasnya.

0 komentar: