Meningkatkan Capacity Building Masyarakat Papua

Tanggal : 20 Nopember 2007
Sumber : http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=314421&kat_id=443


Papua merupakan salah satu pulau di Indonesia yang memiliki kekayaan alam luar biasa, khususnya bahan tambang. Di pulau ini beroperasi sejumlah perusahaan tambang raksasa asing yang melakukan eksplorasi. Sayangnya, kekayaan alam tersebut belum berimbas pada kesejahteraan masyarakat di sana.


Yang bisa kita saksikan, kemiskinan dan keterbelakangan masih mengungkung masyarakat Papua. Menurut data BPS, tingkat kemiskinan di Papua mencapai lebih 40 persen. Jumlah ini lebih tinggi dari angka nasional yang mencapai 18 persen. Sangat ironis.


Melihat hal tersebut, berbagai pihak kini menaruh perhatian serius terhadap kondisi masyarakat di pulau ujung timur Indonesia itu. Sejumlah program pun diluncurkan untuk memberdayakan masyarakat Papua. Salah satu program yang sedang dilakukan saat ini adalah People Center Development Programme (PDP). Program ini dilaksanakan UNDP Indonesai bersama para mitra strategis, yaitu Pemda provinsi Papua dan Papua Barat, organisasi donor, serta organisasi masyarakat sipil seperti LSM.


Project Officer PDP, Alaysius Wiratmo, kepada Republika mengungkapkan, program ini dilakukan di enam Kabupaten Papua dan dua kabupaten di Papua Barat. Masing-masing kabupaten terdiri dari dua kecamatan atau distrik.


Mereka adalah Kecamatan Poom and Yapen Utara (Kabupaten Yapen); Pantai Timur dan Mamberamo Hulu (Kabupaten Sarmi); Kuala Kencana dan Mimika Timur Tengah (Kabupaten Mimika); Dekai dan Ninia (Kabupaten Yahukimo). Selain itu Tiom dan Bolakme (Kabupaten Jayawijaya); Kouh dan Mandobo (Kabupaten Boven Digoel); Waisay dan Teluk Manyalibit (Kabupaten Raja Ampat); serta Kokas dan Fak-fak Tengah (Kabupaten Fak-fak).


Tujuan utama program ini adalah peningkatan capacity building Pemda dan organisasi masyarakat sipil di Papua untuk pengentasan kemiskinan pada umumnya dan pencapaian Millenium Development Goals (MDG's). "PDP merupakan program yang berbasis masyarakat untuk pencapaian MDG's. Ada empat fokus utama yang dilakukan dalam program ini," ujarnya.


Menurut Wira, panggilan akrabnya, fokus utama tersebut adalah tentang kebijakan dan data-data pencapaian MDG's. Saat ini sudah mulai dilakukan sosialisasi tentang MDG's di Papua. Diharapkan Pemda dan organisasi masyarakat mengetahui tentang apa itu MDG's dan pencapaiannya.


Di sini juga ada data tentang kesehatan, seperti angka kematian ibu dan bayi, kasus malaria, dan kemiskinan. Data-data itu kini mulai diperbaharui. "Fokus kedua adalah menciptakan channel pelayanan kepada masyarakat yang berhubungan dengan pencapaian MDG's. Misalnya tentang perbaikan gizi dan air bersih. Di sini ada kerjasama yang erat antara Pemda di Papua dengan organisasi masyarakat seperti LSM," katanya menambahkan.


Fokus utama berikutnya, demikian jelas Wira, adalah monitoring dan evaluasi program-program untuk mencapai MDG's dan koordinasi diantara para pelaku pembangunan di Papua, para mitra, organisasi masyarakat, dan pemerintah pusat.


"Empat fokus utama itu tujuan akhirnya adalah meningkatkan capacity building Pemda dan organisasi masyarakat Papua untuk mengatasi kemiskinan dan mencapai poin-poin MDG's," terang Wira. Tahun 2007 ini, merupakan tahun pertama pelaksanaan program PDP di Papua. Diharapkan pada 2010 program ini bisa berakhir.


Pada tahun pertama ini, ujar Wira, ada beberapa kemajuan yang telah dicapai. Antara lain upgrade dan publikasi data sudah dilakukan. Sebanyak 12 organisasi kemasyarakatan juga sudah bergabung dalam program ini di berbagai bidang (kesehatan, pendidikan, dan sebagainya). Selain itu, kerangka kebijakan untuk monitoring dan evaluasi program juga sudah dikembangkan.


"Soal koordinasi juga sudah mulai dikembangkan.Misalnya lembaga terkait di sana sudah mulai satu atap sehingga memudahkan koordinasi. Juga koordinasi dalam hal pelaksanaan program untuk mengatasi kemiskinan antara Pemda Papua dengan pemerintah pusat," papar Wira.


Sampai saat ini, masih katanya, penerimaan dan animo masyarakat Papua terhadap program ini cukup bagus. Ini dibuktikan dengan keterlibatan mereka dalam pelaksanaan program.


"Tidak ada resistensi dari masyarakat. Tingkat penerimaan mereka juga cukup tinggi. Diharapkan setelah program selesai pada 2010, capacity building Pemda dan organisasi masyarakat di Papua bisa meningkat pesat. Sehingga angka kemiskinan bisa dikurangi dan MDG's bisa tercapai," kata Wira.


0 komentar: