2006 - Laporan Akhir Studi Pengembangan Mata Pencaharian Alternatif

Tanggal : 3 Januari 2008
Sumber : http://regional.coremap.or.id/selayar/baseline_study/article.php?id=602


Hasil laut adalah sumber utama penghidupan masyarakat pesisir dan pulau.Kenyataan ini telah menjadi persepsi umum yang berkembang menyangkut perekonomian masyarakat pesisir dan kepulauan. Persepsi tersebut tidak lepas dari kondisi perekonomian di wilayah kepulauan yang sebagian besar masyarakatnya hidup dari pengusahaan hasil laut, atau bahkan dapat dikatakan bahwa basis perekonomian masyarakat pesisir dan pulau adalah sektor perikanan.


Tingginya unsur ketidakpastian dalam pengusahaan hasil laut, khususnya bagi yang berprofesi sebagai nelayan menjadi salah satu penyebab ketidakpastian pemenuhan kebutuhan hidup keluarga nelayan dan umumnya masyarakat pesisir kepulauan. Sejarah kemiskinan keluarga yang menggantungkan hidup dari apa yang diberikan laut kemudian sering menjadi gambaran tekanan situasi di sektor ini.


Tekanan situasi yang dialami masyarakat pesisir dan pulau tersebut diatas, memungkinkan penggunaan segala cara dalam pengusahaan atau pemanfaatan sumberdaya laut, termasuk cara-cara yang tidak ramah lingkungan. Pernyataan tersebut bukan lagi sebuah premise belaka, tetapi sebuah realitas yang terjadi dan berkembang saat ini di hampir semua lokasi COREMAP.


Tekanan yang cukup berat dialami oleh ekosistem terumbu karang yang diketahui oleh masyarakat sebagai lokasi berkumpulnya kekayaan laut yang dibutuhkan masyarakat. Dengan dasar pemikiran tersebut, program COREMAP menganggap penting untuk memasukkan kegiatan pengembangan Mata Pencaharian Alternative (MPA) sebagai salah satu komponen dalam program.


Kabupaten Selayar sebagai satu-satunya kabupaten yang terpisah dari daratan Sulawesi dan sebagian besar wilayahnya adalah lautan, memiliki potensi sumberdaya laut yang cukup besar. Sebagian besar penduduk di wilayah ini, khususnya pada daerah penelitian yakni Pulau Tambolongan, Pulau Bembe, Pulau Kayuadi dan Pulau Pasitallu, adalah masyarakat nelayan yang menggantungkan hidup dari laut, dimana hasil yang didapat sangat bergantung dengan kondisi alam. Penduduk di pulau-pulau ini memiliki tingkat ekonomi yang relative rendah, dimana pada musim barat sebagian besar nelayan tidak melaut dan mereka tidak mempunyai pekerjaan sampingan yang bisa menambah pendapatan keluarga.


Dengan melihat hal tersebut diatas, maka perlu dilakukan upaya pengembangan mata pencaharian alternative sebagai salah satu cara yang harus diprioritaskan dalam membantu masyarakat meningkatkan perekonomian keluarga, juga mengurangi tekanan terhadap ekosistem terumbu karang.


Sumber : CRITC Selayar

0 komentar: