POINTER PROJECT "Fish Marketing Information For NAD"

Tanggal : 4 Februari 2008
sumber: http://www.indonesia.go.id/id/index.php?task=view&option=com_content&id=248&Itemid=752&limit=10&limitstart=20

Dalam rangka mengembangkan sistem informasi pemasaran hasil perikanan yang dapat menjangkau para pembudidaya ikan, nelayan, pengolah, pengepul, distributor dan eksportir hasil perikanan, secara cepat, tepat dan akurat, Ditjen P2HP mendapat bantuan teknik dari FAO.

Dampak yang diharapkan dapat dihasilkan oleh proyek ini adalah Propinsi NAD dapat menghasilkan produk perikanan yang berkualitas baik dan dapat bersaing secara ekonomi baik dalam lingkup pasar lokal, nasional dan internasional. Proyek ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengurangi kemiskinan pada masyarakat nelayan dan pembudidaya ikan di Propinsi NAD. Proyek ini akan menyediakan akses untuk informasi pemasaran bagi stakeholder yang terlibat pada perdagangan produk perikanan dan pelatihan mengenai cara untuk menggunakan sistem informasi tersebut bagi pihak pengolah produk perikanan.

Hal yang melatarbelakangi proyek ini adalah kepedulian dunia internasional terhadap perbaikan perekonominan masyarakat Propinsi NAD pasca bencana Tsunami dan gempa bumi. Dari waktu ke waktu telah banyak kegiatan bantuan yang telah dilakukan oleh pemerintah, para negara dan organisasi donor terhadap rehabilitasi dan rekonstruksi perikanan di NAD dan memberikan hasil dengan hampir pulihnya kondisi perikanan di NAD. Kebutuhan akan produk perikanan di Propinsi NAD sangatlah besar baik untuk pasar lokal, pembeli di Medan dan bahkan untuk ekspor ke Malaysia dan Singapura. Namun, dengan sistem pemasaran yang ada, nelayan memiliki kesempatan yang sangat kecil untuk mempengaruhi harga yang mereka terima karena keterbatasan informasi terhadap harga dan permintaan produk perikanan. Mereka terpaksa harus menerima harga yang telah ditetapkan oleh pihak pertama pada rantai pasar yaitu Toke Bangku (pihak dimana para nelayan biasa berhutang biaya operasional penangkapan ikan). Harga yang diterima oleh Toke Bangku juga ditentukan oleh Penjual ikan di pasar/pengolah ikan yang akan menjual ikan tersebut ke Medan dan mendapatkan ketentuan harga dari pedagang ikan di Medan. Pedagang ikan di Medanlah yang akan memegang peranan penting untuk penentuan harga sampai pada tingkat ekspor.

Proyek ini bermaksud untuk mendukung terbentuknya sebuah sistem informasi yang dapat diakses secara luas baik oleh produsen dan pedagang dan menyediakan informasi pemasaran ikan yang dapat diakses setiap saat oleh nelayan, pembudidaya ikan, pengepul dan pedagang ikan. Informasi akan didistribusikan melalui sistem yang transparan, menggunakan jaringan yang sudah tersedia, dapat melalui internet, sms, media cetak dan radio/TV. Informasi pemasaran yang akan disediakan akan termasuk tingkat kualitas sehingga penilaian yang realistis terhadap unit harga dapat dibuat pada nilai jual pertama. Pengaturan sistem informasi pemasaran hasil perikanan ini dibuat untuk pemasaran lingkup domestik dan juga internasional dengan maksud untuk memberikan keuntungan bagi nelayan/pembudidaya dan pengolah ikan skala kecil.

Berikut ringkasan proyek tersebut:

Nama Proyek : Fish Marketing Information For NAD

Anggaran : US$401150 Nomor Poyek : GCP/INS/078/SPA

Periode : Januari s/d Desember 2008

Negara : Agenda Espanola de Cooperacion Internacional (AECI) Government of Spainonor

Target Penerima :
Pengolah ikan wilayah NAD yang terkena dampak Tsunami
Nelayan NAD yang terkena dampak Tsunami
Pembudidaya ikan
Pengepul
Distributor dan eksportir hasil perikanan


Pelaksana :
  1. Staf Nasional (konsultan pemasaran ikan 12 orang bulan; konsultan informasi 16 minggu dan staff penunjang)
  2. Tenaga ahli asing (ketua konsultan 5 bulan; konsultan asing pada capacity building pemasaran dan promosi pemasaran 3 bulan)

Tujuan
  1. Pengembangan sistem informasi pemasaran untuk pemberdayaan masyarakat pesisir/nelayan dan pengolah ikan skala kecil dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
  2. Pengembangan sistem informasi pemasaran untuk meningkatkan daya saing dalam rangka pemasaran hasil perikanan.
  3. Pengembangan sistem informasi pemasaran untuk melindungi sumberdaya lingkungan dan konservasi.

Output : Sistem transparasi informasi pemasaran ikan
Kegiatan untuk mewujudkan output :
  1. Mengumpulkan data untuk identifikasi, koleksi dan merekap informasi pemasaran.
  2. Mengimplementasikan data tersebut melalui percontohan mekanisme informasi pemasaran.
  3. Melakukan pelatihan tentang cara-cara pemasaran, misalnya pelatihan pengumpulan data/harga pada pemasaran ikan lokal.
  4. Melakukan pelatihan tentang penjelasan informasi pemasaran, misalnya workshop untuk training semua stakeholders terkait.
  5. Menentukan perusahaan/partner dalam pemasaran antara NAD dengan pembeli pada suatu wilayah tertentu.
  6. Memfasilitasi penjual antara pedagang NAD dan partner dalam usaha dagang di Malaysia.

Indikator Output :
  1. Paket training/pelatihan tentang informasi pemasaran ikan yang terlibat dalam perdagangan.
  2. Kerjasama perikanan di Malaysia berhubungan dengan informasi pemasaran.
  3. Langkah yang sudah dilakukan :
  4. Mr. Sudari dari INFOFISH, Malaysia telah mengumpulkan data di Jakarta. Sumatera Utara dan Aceh pada akhir bulan Agustus 2007.
  5. Ditjen P2HP dengan perwakilan FAO di Jakarta telah membahas pilot project ini.

Saran :
Berdasarkan hasil ringkasan diatas, sebaiknya perlu adanya lembaga yang nantinya akan mengelola sistem informasi tersebut secara rutin, misalnya Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi/kabupaten/kota.

0 komentar: